Pondok Sukorejo Siap Menggelar Muktamar Sastra Nusantara 2018

SYAMSUL A. HASAN Senin, 10 Desember 2018 08:29 WIB
981x ditampilkan Berita

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyyah Sukorejo, Situbondo, Lembaga Ta'lif Wan Nasyr (LTN) Nahdlatul Ulama Jawa Timur dan TV9 Nusantara akan menggelar perhelatan Muktamar Sastra 2018 pada 18-20 Desember 2018 di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur. Muktamar sastra dengan tema “Menggali Kenusantaraan Membangun Kebangsaan” ini bertujuan menggali nilai-nilai kenusantaraan sebagai kekayaan dan keragaman budaya bangsa Indonesia dan  menjadikan sastra sebagai media menguatkan dan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

 

Menurut Ustadz Zainul Walid, Ketua Pelaksana Lokal Muktamar Sastra Nusantara, Muktamar tersebut terdiri dari beragam kegiatan. Antara lain, “Pidato Kebudayaan dan Pembacaan Puisi” yang akan dibawakan oleh K.H. A Mustofa Bisri, K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy, dan K.H. D Zawawi Imron

 

Live Talkshow “Muktamar Sastra: Menggali Kenusantaraan, Membangun Kebangsaan”, dengan nara sumber K.H. A Mustofa Bisri dan K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy. Talkshow: “Sastra di Indonesia sebagai Perekat Kehidupan Berbangsa”, oleh  Dr. K.H. Reza Ahmad Zahid  dan Sindhunata.

 

Diskusi PlenoI “Sejarah dan Khazanah Kesusastraan Pesantren” dengan panelis R.M.Ng. K.H. Agus Sunyoto,  K.H. Ahmad Tohari, Prof. Dr. Abdul Hadi WM, dan Dr. Sutejo. Diskusi Pleno II: “Pergumulan Kesusastraan di Indonesia” dengan panelis Prof. Dr. Setyo Yuwono Sudikan, Maman S. Mahayana, Prof. Dr. Faruk, S.U, dan Dr. Akhmad Taufik.

 

Diskusi kelompok,  “Sastra Pesantren dan Tantangan Zaman”, dengan narasumber Acep Zamzam Noor, Muhammad Al-Fayyadl, dan  Chamim Kohari. Diskusi kelompok “Sastra Pesantren dan Peran Media”, oleh: Jamal D. Rahman,  Hakim Jayli, dan Syamsuddin Adlawi.  Diskusi kelompok “Konstribusi Sastra Pesantren terhadap Peradaban” oleh M. Faizi, Kris Budiman, dan Indra Tjahyadi. Diskusi kelompok “Membaca Peta Kekinian Sastra Indonesia”, oleh: Katrin Bandel, Yusri Fajar, dan Achmad Fawaid. Diskusi kelompok “Sastra dan Lokalitas (Studi Kasus Padalungan dan Jawa)”, oleh: Dr. Ilham Zoebahzary, Sri Widati, dan Lukman Hakim AG.

 

Muktamar sastra juga akan diisi dengan pemutaran dan diskusi film  “Da’wah” bersama Bupati Pasuruan, Gus Irsyad Yusuf,  dan film “Jalan Dakwah Pesantren” bersama Hamzah Sahal.