Iksass Terus Berkhidmah di Tengah-Tengah Pandemi

SYAMSUL A. HASAN Rabu, 30 September 2020 10:06 WIB
372x ditampilkan Berita

Iksass (tentu dibantu beberapa pihak) setelah berhasil memperjuangan K.H.R. As’ad Syamsul Arifin sebagai Pahlawan Nasional, kini Iksass ikut berjuangan melestarikan warisan pesantren yang didirikan Kiai Syamsul dan Kiai As’ad. Perjuangan tersebut tidak sekadar melibatkan pengurus pusat tapi juga pengurus sub rayon dan rayon. “Perjuangan tanpa batas”, sebuah pengkhidmatan ikut menjaga pesantren di tengah-tengah Pandemi Covid-19.

 

“Perjuangan tanpa batas” dalam berkhidmah kepada pesantren untuk kemaslahatan di tengah-tengah pandemic ini, antara lain: Pertama, berpartisipasi dalam program kepulangan berjamaah (puja) para santri Salafiyah Syafi’iyah dari pondok pesantren ke rumah masing-masing. Pengurus pusat dan rayon serta sub rayon selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak; agar adik-adik santri dapat pulang dengan selamat dan sehat-wal afiat. Mereka bekerja sama dengan kepolisian dan pemerintah daerah dengan baik. Alhamdulillah program ini berhasil dengan baik.

 

Kedua, program balik berjamaah (baja) ke pesantren. Para pengurus rayon Iksass menjalin kerjasama dengan beberapa pihak; termasuk mengupayakan agar para santri mendapat pemeriksaan rapid tes secara gratis. Program ini juga dinilai berhasil.

 

Ketiga, program berangkat mondok berjamaah bagi calon santri baru ke pesantren. Pengurus rayon dan sub rayon mengkoordinir calon wali santri dan calon santri baru; agar mendapat layanan rapid tes secara gratis. Program ini juga berjalan sangat baik.

 

Beberapa program di atas mendapat sambutan baik; terutama dari wali santri agar merasa sangat terbantu. Bahkan, di beberapa daerah rombongan para santri tersebut dilepas oleh para pejabat.

 

Keempat, membantu wali santri dalam mengirim putra-putrinya di pesantren. Mereka mengkoordinir kiriman. Program ini di beberapa daerah, misalnya di Surabaya, sudah lama berlangsung tapi di beberapa daerah yang lain termasuk program pengabdian baru. Program kiriman bersama ini sangat membantu wali santri. Juga membantu pesantren agar dalam masalah kedisiplinan. Apalagi di tengah-tengah pandemic ini, untuk sementara, walisantri dilarang bertemu dengan putra-putrinya di pesantren. Ini ikhtiar pesantren agar santri hidup tetap sehat wal-afiat dan konsentrasi dalam menuntut ilmu. “Para wali santri diharapkan cukup berdoa dari rumah. Niatkan rindu bertemu anak sebagai tirakat; agar mendapat ilmu barokah dan bermanfaat,” dawuh Kiai Azaim.  

 

Kelima, ini sekarang sedang berjalan, membantu para santri hidup sehat wal afiat di tengah-tengah pandemic. Mereka melakukan penggalangan dana untuk membeli vitamin bagi santri. Di masa pandemic ini, Tim “Pesantren Tangguh” memiliki program member vitamin kepada para santri. Misalnya pil vitamin C. “Bahkan beberapa hari yang lalu kami mendatangkan tiga ton jambu merah untuk para santri,” kata Ustadz Khairul Anwar ketua Pesantren Tangguh.

 

 

Memang Iksass, sesuai dengan semboyannya, melakukan “pengabdian tanpa batas,”. Dan di ulang tahun ke-32 ini,  Iksass sebagai ruh pengabdian dan perjuangan untuk kemaslahatan! Para pengurus menjadikan Iksass sebagai ikatan spiritual; antara dirinya dengan pesantren untuk kemaslahatan. Barangkali secara fisik, mereka terhalang oleh jarak tapi melalui Iksass jalinan spiritual tersebut akan kian erat bertalian. Semoga!