300 Ustadz Ikut Penyuluhan Pakai Masker RMI-PBNU

SYAMSUL A. HASAN Sabtu, 17 Oktober 2020 08:59 WIB
564x ditampilkan Berita

Sebanyak 300 ustadz/ustadzah Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Jum’at kemarin mengikuti Penyuluhan Pakai Masker, Penyuluhan untuk Penyuluh. Penyuluhan tersebut diadakan oleh Pesantren Tangguh Pondok Sukorejo bekerjasama dengan RMI PBNU dan Gerakan Pakai Masker. Kegiatan tersebut dilakukan secara daring. Narasumber penyuluhan tersebut antara lain: dr. Sugeng Ibrahim, dr. Yovi, Sigit Pramono, Damar Latri Setiawan, Abdurrauf, pengurus RMI PBNU, dan Taufik Machrus sebagai moderator.

 

300 ustadz/ustadzah yang mengikuti penyuluhan tersebut terdiri dari ketua kamar dan kaur kesiswaan lembaga pendidikan di lingkungan Pondok Sukorejo. Menurut Ust Khairul Anwar, ketua tim tangguh pesantren, dipilihnya 300 ustadz/ustadzah tersebut karena mereka diharapkan benar-benar sebagai penyuluh gerakan pakai masker di Pondok Sukorejo. “Kami memilih ketua kamar, karena mereka hampir 24 jam langsung berhadapan dan membina para santri,” imbuhnya.

 

Dengan mengikuti penyuluhan tersebut, mereka diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang penggunaan masker. Penyuluhan tersebut sebagai ikhtiar pondok pesantren untuk melakukan pencegahan beberapa penyakit di masa adaptasi kebiasan baru tersebut. Di samping itu, beberapa lembaga pesantren sejak lama sudah menerapkan kewajiban memakai masker. Misalnya, di lembaga pendidikan, bidang usaha pesantren, dan layanan lainnya. Santri yang tidak memakai masker, mereka dipersilakan kembali ke kamarnya untuk mengambil dan memakai masker.