Klarifikasi Kiai Azaim terkait Akun Youtube “Suara Istana”

SYAMSUL A. HASAN Sabtu, 19 Desember 2020 17:10 WIB
7753x ditampilkan Berita

 

 

Sebaiknya, para pegiat media sosial memiliki sifat kejujuran dan mengedapankan kemaslahatan masyarakat. Kalau membuat karya jangan asal potong pernyataan orang lain yang keluar dari konteks sesungguhnya. Sehingga membuat orang tersebut merasa tidak nyaman.

 

Sejak kemarin, Pengurus Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo ditanyakan beberapa alumni, walisantri, dan simpatisan terkait beredarnya sebuah video diakun youtube “Suara Istana”.  Berikutnya penjelasan K.H.R. Ach. Azaim Ibrahimy terkait hal tersebut:

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

 

Sehubungan dengan unggahan dari akun “Suara Istana” di youtube pada tanggal 17 Desember 2020 dengan judul, “Berita Terkini: Ulama NU dan MUI Jawa Timur Dukung TNI-Polri Bubarkan FPI”. Di beberapa media sosial, unggahan tersebut berjudul, “Masayaallah!!! Akhirnya...!!! Kiai Se-Jawa Nyatakan Sikap Tegas Dukung TNI Polri Basmi FPI dan Ormas Radikal” dan “Masayaallah!!! Parah...!!! Tokoh NU dan MUI Situbondo Minta Polri Sikapi FPI” yang disertai gambar almarhum K.H.R. As’ad Syamsul Arifin, kami, dan beberapa tokoh lainnya. Unggahan tersebut menimbulkan pertanyaan dan keresahan bagi alumni, wali santri, dan simpatisan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, maka kami menjelaskan:

  1. Unggahan dalam akun “Suara Istana” tersebut tanpa sepengetahuan dan seizin saya. Unggahan tersebut berisi pendapat saya, yang saya sampaikan pada acara pengajian yang diselenggarakan Yayasan Nurul Hayat Jember pada tgl 13 Oktober 2019. Sayangnya, pendapat saya tersebut dipotong dan tidak sesuai dengan konteks dan judul unggahan, “Berita Terkini....Dukung TNI-Polri Bubarkan FPI”. Saya tidak tahu, apakah ini suatu strategi untuk menaikkan rating pembaca akun “Suara Istana” atau tujuan yang lain.
  2. Di dalam unggahan video tersebut juga dinarasikan, seakan-akan Prof. Dr. H. Abu Yasid, MA, LLM (Rektor Universitas Ibrahimy) juga mendukung pembubaran FPI, padahal beliau hanya menghimbau agar kita tetap waspada terhadap hasutan, provokasi, dan ujaran kebencian serta menjaga kondusifitas.
  3. Saya menghimbau kepada seluruh alumni, wali santri, dan simpatisan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo agar tetap waspada kepada beberapa pihak yang berniat mengadu-domba dan memecah belah bangsa.
  4. Saya mengajak, marilah kita selalu berdoa agar tercipta situasi dan kondisi yang kondusif. Semoga tercipta negara yang berkeadilan sehingga tercipta keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan.

 

 

Demikian klarifikasi saya, semoga kita tetap mendapat hidayah dan inayah Allah SWT serta dijaga oleh Allah.

 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Pengasuh Pesantren,

 

 

KHR. Ach. Azaim Ibrahimy