Menggagas Gerakan Cinta Lingkungan Hidup di Pesantren dengan Satu Santri Satu Sampah

ADMINPESANTREN Jumat, 1 Desember 2023 19:26 WIB
326x ditampilkan Pojok Santri

Pondok Pesantren  merupakan  sebuah wadah pendidikan Islam  yang mengajarkan berbagai bidang keilmuan. Pondok Pesantren di Indonesia sendiri telah berdiri sejak abad ke- 16 yang tetap eksis hingga saat ini. Seiring berjalannya waktu, pesantren juga mengikuti perkembangan dan kemajuan zaman. Terus berinovasi  kearah yang lebih baik dan tersistem, sehingga santri bisa memahami dan mampu bersaing di era society 5.0.

Pondok Pesantren juga memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan lembaga pendidikan yang lain, baik dari segi sistem pendidikan, fasilitas, dan prasarana. Ada berbagai macam model pendidikan Pesantren di Indonesia, seperti  Pesantren Salaf dan Pesantren Modern. Pondok Pesantren juga mengajarkan kepada santrinya, tentang hidup bermasyarakat sehingga lulusan Pondok Pesantren mampu berkontribusi dalam kehidupan tersebut.

 Sebagai contoh dari menjaga lingkungan di ranah pondok pesantren, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo yang dirintis pada tahun 1908 dan resmi berdiri pada tahun 1914. Di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo ini, mengajarkan kepada santrinya bagaimana benar-benar memahami tentang pentingnya menjaga, merawat dan mencintai  lingkungan, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW: Artinya: “Kebersihan (kesucian) itu sebagian dari iman” (HR.Muslim).

Maksud dari  hadist tersebut adalah menjelaskan bahwa kebersihan dan kesucian merupakan sebagian dari Iman.dengan kata lain setidaknya kita bisa sedikit mengukur sejauh mana iman seseorang dengan melihat sejauh mana dia meneladankan kebersihan,baik bagi dirinya, dan lingkungan sekitarnya.

             Banyak orang beranggapan bahwa Pondok Pesantren identik dengan kehidupan yang

Sembrawut, serba seadanya, kotor, kumuh, yang menyebabkan anak-anak  cepat terjangkit penyakit, tentunya, hal ini menjadi bahan evaluasi bagi Pondok Pesantren tersendiri,  khususnya Pondok Pesantren Salafiayah Syafi’iyah Sukorejo. Melihat situasi dan kondisi yang terjadi pada saat ini, yang mengalami kemarau pajang dan bergeser memasuki musim penghujan. Oleh sebab itu sudah semestinya Pondok Pesantren mencari jalan alternative dalam mengusut faktor penyebabnya. Dalam menyikapi  cara pencegahan untuk terjadinya masalah pada musim pancaroba nanti. Perlu diketahui sejauh hasil pengamatan dan evaluasi yang telah dilakukan , diantara faktor penyebab penyakit cepat berkembang biak dan menular adalah faktor lingkungan yang mulai tidak terawat dikarenakan  faktor kepedulian sosial dari masing-masing manusianya mulai menurun. Yang nantinya dampak Negatif yang akan terjadi apabila hal ini tidak segera diperhatikan dan dilakukan penangan :

  1. Banyaknya santri yang akan mudah terjangkit penyakit.
  2. Tersumbatnya aluran irigasi yang disebabkan banyaknya sampah yang menumpuk sehingga akibatnya air menggenang dimana-mana.
  3. Membuat aroma yang kurang sedap sehingga dapat mengganggu kegiatan belajar santri

            Oleh karna itu Pondok Pesantren mengajak kepada santri, agar menerapkan 3M, Menjaga, Merawat dan Mencintai Lingkungan hidup, dengan langkah Satu Santri Satu Sampah, hal ini sesuai dengan firman Allah SWT pada surat al-Qashash [28]: 77

“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain),sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan”.

Setidaknya ada beberapa langkah yang bisa di lakukan oleh pesantren dalam menciptakan lingkungan yang sehat , aman, dan nyaman, yang nantinya akan merujuk pada penanggulangan pencemaran lingkungan, dan penyebaran penyakit, diantara terobosan yang bisa dilakukan :

  1. Satu santri satu sampah

Sebagai salah satu cara agar santri mulai membudayakan hidup bersih,dan dapat meningkatkan kepedulian sosial.

  1. Menggunakan wadah nasi

Merupakan cara dalam mengurangi sampah di Pondok Pesantren, sehingga santri tidak lagi menggunakan kertas minyak dalam membeli nasi.

  1. Membuang sampah pada tempatnya

Sebuah kewajiban bagi santri, agar membuang sampah pada tempatnya ,sesuai dengan gerakan Satu Santri Satu Sampah. Yang mana santri ketika sudah makan atau minum agar langsung membuang sampah pada tempatnya.agar menguramgi terjadinya sampah yang menumpuk dan menyebabkan saluran air tersumbat.

  1. Belanja menggunakan tothbag

Pondok Pesantren bisa mengambil kebijakan, dalam kegiatan transaksi santri sehingga santri yang berbelanja diunit Pondok Pesantren tidak menggunakan plastik kresek untuk membungkus barang belajannya.

 

Selain Pesantren mengadakan anjuran Satu Santri Satu Sampah, setidaknya Pesantren juga mengajak kepada para santri agar menanam pohon dan bunga hias di depan kamar dan di tempat lahan kosong ,selain tujuannya agar udara menjadi sejuk dankelihatan indah. Nabi juga berpesan kepada sahabatnya agar melakukan penghijauan, yang diriwayatkan oleh HR.Bukhari dan Muslim “Tidaklah seorang muslim menanam suatu pohon atau bercocok tanam, lalu dimakan oleh burung atau manusia atau hewan kecuali baginya (pahala) sedekah karena itu”

Oleh sebab itu sudah seharusnya Pesantren juga mengajak kepada santri sebagai penerima wasiat rosulullah,untuk meneladani prilaku yang dianjurkan oleh nabi. Agar memanam pohon dan tanaman hias, selain indah di pandang, pohon juga banyak manfaatnya seperti, mengurangi pemanasan global, dan menabah kadar oksigen.

Oleh karna itu, kita sebagai santri agar selalu menjaga keimanan kita dan menjungjung tinggi nilai nilai kepedulian kita terhadap lingkungan, selain dengan gerakan Satu Santri Satu Sampah dan penghijauan lingkungan. Kita harus lebih giat dalam belajar , dan menjaga lingkungan hidup kita , sehigga kita dijauhkan dari segela penyakit dan pencemaran lingkungan hidup. (Ach. Musthofa Al-Maraghi, Mahasiswa KPI Fakultas Dakwah Universitas Ibrahimy Situbondo)