Pengembangan Dakwah Religious Tourism Pesantren

ADMINPESANTREN Jumat, 29 Desember 2023 16:05 WIB
201x ditampilkan Berita

Daya tarik pesona pondok pesantren sebagai kawasan rihlah religi (religious tourism), termasuk pembahasan yang jarang dikaji para akedemisi. Padahal pesantren memiliki potensi religious tourism yang sangat besar. Bahkan Pemerintah Kabupaten Situbondo memasukkan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo pada rencana induk pengembangan kepariwisataan  Kabupaten Situbondo tahun 2019-2034. Pondok Sukorejo dinilai memiliki daya tarik wisata berbasis budaya dengan katagori pemantapan.

Namun selama ini, kajian dan  arah kebijakan wisata religi yang dilakukan para peneliti maupun Pemeritah Situbondo lebih mengarah kepada wisata religi dengan orientasi ziarah makam masyayikh pesantren (pilgrimage tourisme). Padahal Pesantren Salafiyah Syafi’iyah juga memiliki daya tarik sebagai wisata budaya (cultural tourism), wisata pendidikan (educational tourism), wisata sejarah (heritage tourism), serta wisata konferensi dan pameran (convention and exhibition tourism).

Terdapat beberapa potensi dalam pengembangan dakwah rihlah religi, yaitu:

Pertama, tempat yang dianggap suci dan sakral. Umpamanya, masjid dan makam masyayikh Sukorejo. Hampir setiap hari, Pondok Sukorejo ramai dipenuhi ribuan peziarah ke makam Kiai Syamsul Arifin (Pengasuh Pesantren I) dan Kiai As’ad Syamsul Arifin (Pengasuh Pesantren II) dari berbagai daerah.

Kedua, pusat studi keilmuan, terutama ushul fiqh yang sering menjadi bahan studi banding atau penelitian. Ketiga, grup seni budaya yang kerap tampil di even-even lokal, regional, maupun nasional.

Keempat, sumberdaya manusia. Pondok Salafiyah Syafi’iyah termasuk pesantren besar dengan 18.350 santri. Santrinya berasal dari pelosok nusantara bahkan ada pula yang dari Thailand dan Malaysia. Pondok juga mengelola Universitas Ibrahimy dengan 25 Prodi strata 1 dan 2; ada prodi arsitektur, sistem informasi, ekonomi syari’ah, dan Fakultas Dakwah yang mendukung program rihlah religi. Beberapa santri ada yang menjadi juara lomba film tingkat nasional.

Kelima, bidang usaha perekonomian pesantren yang memiliki 48 unit usaha. Pondok Sukorejo meraih beberapa penghargaan dalam bidang ekonomi, antara lain sebagai Juara III Pesantren Unggulan pada Festival Ekonomi Syariah Indonesia 2019.

Dari data pengkhidmah tamu pesantren, tamu yang datang setiap bulan rata-rata sekitar 20.000 orang. Jumlah ini selalu meningkat bila ada even-even besar, misalnya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Masyayikh & Reuni Alumni. Sekitar 55% dari walisantri dan 65% berasal dari pejabat, peneliti, peziarah, dan masyarakat umum lainnya. Sekitar 1% pengunjung tersebut non muslim.

Dengan demikian program pengabdian sangat signifikan bagi komunitas pesantren agar mereka mampu mengelola power of management system dan power of unility system dalam menghadapi pengembangan dakwah rihlah religi. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa:

Strategi pendampingan terhadap para pengkhidmah tamu pesantren dalam pengembangan dakwah rihlah religi yaitu berupa pendampingan dakwah bil-irsyad, pendampingan dakwah bit-tadbir, pelatihan teknologi informasi, pendampingan dengan pendekatan konseling karier dan psikologi kewirausahaan.

Pengabdian ini sangat penting keberadaannya bagi pengembangan ilmu dakwah dan manfaatnya sangat dirasakan komunitas para pengkhidmah tamu pesantren