Pesantren Perlu Mengembangkan Religious Tourism

ADMINPESANTREN Ahad, 31 Desember 2023 05:32 WIB
155x ditampilkan Kabar Pesantren

Pondok pesantren menarik sebagai tempat wisata religius, tetapi para akedemisi jarang membahasnya. Wisata religius di pesantren sangat menguntungkan. Rencana induk pengembangan pariwisata Kabupaten Situbondo tahun 2019-2034 juga mencakup Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo. Pondok Sukorejo adalah daya tarik wisata yang didasarkan pada budaya.

Penelitian dan pedoman kebijakan wisata religius para peneliti dan pemeritah Situbondo saat ini lebih berfokus pada wisata religius yang berfokus pada ziarah makam masyayikh pesantren. Namun, Pesantren Salafiyah Syafi'iyah juga menarik karena budayanya, sejarahnya, dan konferensi dan pameran.

Dakwah rihlah religi dapat berkembang di beberapa tempat. Yang pertama dan terpenting adalah tempat yang dianggap sakral dan suci. Contohnya adalah masjid dan makam masyayikh Sukorejo. Untuk berziarah ke makam Kiai Syamsul Arifin (Pengasuh Pesantren I) dan Kiai As’ad Syamsul Arifin (Pengasuh Pesantren II), ribuan orang datang ke Pondok Sukorejo hampir setiap hari.

Kedua, lembaga akademik, terutama ushul fiqh, yang sering menjadi subjek penelitian atau studi banding; ketiga, kelompok seni budaya yang sering muncul di pertunjukan nasional, regional, dan lokal.

Yang keempat adalah sumber daya manusia. Pesantren yang besar, Pondok Salafiyah Syafi'iyah, memiliki 18.350 siswa. Beberapa santrinya berasal dari Indonesia, tetapi mereka juga berasal dari Thailand dan Malaysia. Universitas Ibrahimy, yang memiliki 25 Prodi strata 1 dan 2, juga dikelola oleh sekolah. Fakultas dakwah, program arsitektur, sistem informasi, dan ekonomi syari'ah mendukung program rihlah religi. Di festival film nasional, beberapa santri menerima penghargaan.

Bisnis pesantren adalah kelima, dengan 48 unit usaha. Pondok Sukorejo menerima sejumlah penghargaan ekonomi, termasuk Juara III Pesantren Unggulan pada Festival Ekonomi Syariah Indonesia 2019.

Pesantren menerima sekitar 20.000 tamu setiap bulan, menurut data pengkhidmah tamu. Jumlah ini selalu meningkat selama peristiwa besar seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul Masyayikh, dan Reuni Alumni. 55% adalah walisantri, sedangkan 65% adalah pejabat, peneliti, peziarah, dan individu umum lainnya. Sekitar 1% dari tamu tidak beragama Islam.

Oleh karena itu, program pengabdian sangat penting bagi komunitas pesantren agar mereka dapat mengelola kekuatan manajemen sistem dan kesatuan sistem dalam menghadapi peningkatan dakwah rihlah religi.

Para pengkhidmah tamu di pesantren dapat mendampingi dakwah bil-irsyad, dakwah bit-tadbir, pelatihan TI, konseling karier, dan psikologi kewirausahaan untuk mendukung pengembangan dakwah rihlah religi.